Dosa adalah penyebab kesulitan hidup

31 Mar

Allah SWT berfirman dalam hadis Qudsi: “Wahai hamba-Ku sayang! Demi keagungan dan kemuliaan-Ku, sesungguhnya Aku menginginkan kebaikan bagi setiap yang Aku sayangi. Tidak akan Aku matikan ia sebelum Aku mengampuni dosa-dosanya dengan penyakit, kesusahan, kerugian, atau kehilangan anggota keluarga. Dan jika masih ada dosanya yang tersisa, Aku akan beratkan sakratul mautnya. Hal ini Aku lakukan agar ia menjumpai-Ku dalam keadaan suci seperti bayi”. (Jami’us Sa’adat)

 

Dosa adalah penyebab kesulitan hidup

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan siapa yang mengerjakan satu dosa, maka sesungguhnya dia mengerjakan satu dosa itu untuk (kerugian) dirinya sendiri.” (An-Nisaa : 111)

Banyak orang merasa bebas berbuat dosa, sebab dosa-dosa itu akibatnya tidak terlihat secara langsung. Jika dosa serupa penyakit yang langsung terasa di tubuh, mungkin banyak orang akan berpikir ulang sebelum berbuat dosa. Dampak yang tidak tampak ini membuat banyak orang merasa ringan melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah. Padahal, setiap dosa berdampak buruk terhadap pelakunya di dunia dan akhirat. Jika kadar dosa seseorang masih ringan, ia masih dihapuskan dengan istigfar. Tetapi jika kadar dosa itu sudah mematikan hati, maka balasan bagi pelakunya ialah bencana yang sangat berat. Contoh manusia yang menerima hukuman berat akibat dosa-dosanya ialah Bani Israil.

Dalam Al-Qur’an diceritakan,

“Lalu ditimpakan kepada mereka kenistaan dan kehinaan, serta meraka mendapatkan memurkaan Allah. Hal itu terjadi karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi secara tidak hak. Dan yang demikian itu (terjadi) karena mereka selalu durhaka dan melampaui batas.” (Al-Baqarah : 61)

Ayat ini memberikan penjelasan ganda tentang kesalahan-kesalahan Bani Isaril. Mula-mula dijelaskan bahwa mereka telah mengingkari ayat-ayat Allah, lalu mereka membunuh secara zhalim para Nabi yang diturunkan ke tengah-tengah mereka. Dua kesalahan ini merupakan contoh dosa besar Bani Israil dalam sejarahnya. Kemudian disebutkan kesalahan merekan secara umum, yait selalu berbuat maksiat dan melampaui batas. Akibatnya, mereka tertimpa siksa yang sangat berat, yaitu kenistaan, kelemahan, dan kemurkaan Allah, Na’udzubillah min dzalik.

Jika perpuatan dosa dilakukan oleh satu orang, hal itu membuatnya gelisah. Lalu bagaimana jika dosa-dosa tersebut dilakukan oleh puluhan, ratusan, ribuan, hingga jutaan manusia? Jika demikian keadaanya, maka kehidupan suatu kaum (bangsa) akan diliputi dengan kesusahan- kesusahan. Apa yang selama ini menimpa bangsa Indonesia berupa bencana alam dan bencana kemanusiaan, semua itu merupakan peringatan besar dari Allah, jika kita mau merenunginya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Akan tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka karena perbuatannya.” (Al-A’raf : 96)

Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa Allah Swt berfirman: Terkadang seorang hamba memohon sebuah hajat kepada-Ku dan Aku pun memenuhinya, namun ia berbuat dosa, Aku pun katakan kepada para malaikat: hamba-Ku ini telah membuat-Ku murka karena telah melakukan dosa, dan ia telah membuat dirinya berhak untuk tidak memperoleh nikmat, kemudian dengan kehendaknya sendiri ia tidak akan memperoleh dari-Ku, kecuali ia kembali menghambakan diri kepada-Ku”.

Demikian pula Imam Ali As bersabda, Demi Allah Swt, tidak ada satu pun nikmat yang dicabut dari manusia, kecuali dikarenakan dosa mereka.”

Pada beberapa penggalan kalimat pertama doa Kumail, boleh jadi Imam Ali As mencoba menyinggung kepada masalah ini, dengan pengulangan kalimat ini Imam Ali As hendak mengatakan bahwa wahai Tuhan-ku ampunilah setiap dosa yang dapat menjadi sebab turunnya bala bencana, tidak terijabahnya doa, dan lain sebagainya dariku, sebagaimana di akhir kalimat-kalimat ini Imam Ali as berkata lirih, Maafkanlah daku atas setiap dosa dan kejahatan yang telah kulakukan dan setiap kesalahan dan kelalaian yang lahir dari diriku.

Kaitan antara bala bencana dan beragam musibah dengan dosa dan maksiat, digambarkan Al Qur’an sebagai akibat dari dosa yang dilakukan manusia. Al-Qur’an menyatakan, Setiap bala bencana dan musibah yang menimpa kalian, adalah disebabkan perbuatan-perbuatan yang kalian lakukan dan banyak dari mereka itu telah dimaafkan oleh Allah Swt.” (Qs. Syura [42]:30)

Oleh karena itu, dari berbagai ajaran agama, baik dari ayat-ayat maupun riwayat-riwayat, dapat dipahami bahwa dosa memiliki peran penting dan pengaruh terhadap turunnya bala bencana sebagai perumpamaan, Imam Shadiq As bersabda: Kehidupan segala yang ada di laut bergantung kepada air hujan, ketiga hujan tidak turun maka seluruh apa yang ada di darat dan di laut akan binasa, dan ini akan terjadi ketika dosa-dosa telah melimpah.”

Imam Ali Zainal Abidin (sa) berkata: “Dosa-dosa yang merubah kenikmatan: menzalimi orang lain, merubah kebiasaan yang baik, berpura-pura melakukan kebajikan, mengingkari nikmat Allah, dan tidak bersyukur kepada-Nya. Inilah yang dimaksudkan oleh firman Allah swt: “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu bangsa sehingga mereka sendiri merubah apa yang ada pada diri
mereka” (Ar-Ra’d: 11). (Al-Wasail 16: 281).

Imam Ali Zainal Abidin (sa) menjelaskan faktor-faktor yang dapat mengurangi umur manusia. Dia mengatakan: “Dosa-dosa yang dapat mempercepat datangnya ajal ialah memutuskan silaturahim, sumpah palsu, ucapan bohong, zina, menutup jalan orang Mukmin, dan mengakui kepemimpinan yang tidak hak.” ((Maanil Akhbar,  271)
Istighfar dan taubah sebagai penghapus dampak buruk dari dosa
Shalat Istighfar adalah semacam shalat taubat. Manfaat shalat ini dapat menghilangkan kegelisahan dan keresahan dalam hati. Selain itu dapat membuka pintu dan peluang rizki yang tak terduga sebelumnya. Telah banyak kaum mukminin yang mempraktekkannya. Kita bisa praktekan shalat ini di tengah-tengah keluarga kita yang tentunya mendambakan kebahagian di dunia dan akhirat. Shalat ini diajarkan oleh Rasulullah saw dan keluarganya yang suci. Shalat ini bisa dilakukan di siang hari atau malam hari. Shalat ini dan caranya saya kutip dari kitab Mafatihul Jinan, kunci-kunci surga. Dalam kitab ini disebutkan:
“Jika Anda merasa sempit dalam kehidupan, dan sulit menemukan solusi dalam persoalan yang Anda hadapi, maka jangan tinggalkan shalat ini.”

Cara shalat ini: Lakukan shalat dua rakaat, dengan niat memohon ampunan Allah swt. Setiap rakaat sesudah surat Fatihah membaca surat Al-Qadar. Sesudah membaca surat Al-Qadar membaca Istighfar (15 kali), yaitu

اَسْـتَغْفِرُاللهَ
Astaghfirullâh

Aku mohon ampun kepada Allah

Bacaan Istighfar ini juga dibaca masing-masing (10 kali) pada setiap ruku’ (sesudah membaca tasbih), i’tidal, sujud (sesudah membaca tasbih), duduk di antara dua sujud, dan duduk untuk berdiri. Sehingga dalam dua rakaat jumlahnya 150 istighfar.

Selamat mencobanya, semoga kita dan keluarga kita dibahagiakan oleh Allah swt, dicurahkan karunia dan rahmat-Nya, dan dijaga dari yang tidak kita inginkan. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Diriwayatkan bahwa Imam Shadiq as berkata: “Barangsiapa yang membaca istighfar setelah shalat Ashar sebanyak 70 kali, Alah akan mengampuni tujuh ratus dosa (yang pernah dilakukannya)”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Syi'ah Menjawab

Syi'ah mencintai ikhwan Ahlussunnah Wal Jama'ah, Syi'ah mencintai semua makhluk

Liyahnita's Blog

Just another WordPress.com site

Semoga Hidayah-Nya Selalu Menyertai Kita

Mari Bersama Saling Berbagi

Komunitas Ahlilbait Lombok

Allahumma Shalli 'Ala Muhammad Wa Aali Muhammad Wa Ajjil Farajahum

bisnismandiri313

Bekerjalah Untuk Duniamu Seolah Olah Engkau Hidup Selamanya

Blog Ibnu Azmi

99.9% dalil aqli

Kerana DIA...

ALLAH Ta'ala berfirman: "Dan tidak AKU ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKU." (Surah Adz-Dzaariyaat, 51:56)

almuhaddis

Rujukilah Perawi Hadis- Imam al Mahdi(as)

irfanotes

Jejak Langkah Perjalanan Hidup

The_Friday_Man

belajar sekarang, karena tidak ada kata terlambat...

sebopo.wordpress.com/

Graphic Design , News & Fun

sehatalamiyah

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d blogger menyukai ini: