Lomba lapar ala Ali

29 Mar

Suatu ketika al-Hasan dan al-Husain jatuh sakit. Nabi menganjurkan bahwa putrinya Fatimah As dan menantunya Ali bernazar.

Nazar merupakan sebuah janji yang kalian ikrarkan kepada Allah. Sesuatu yang kalian lakukan sebagai tambahan untuk mencari keridaan Allah jika keinginan kalian terkabulkan.

Ali dan Fatimah melakukan nazar dengan melakukan puasa selama tiga hari untuk kesembuhan putra mereka. Pembantu mereka Fizza turut melakukan nazar.

Allah mengabulkan nazar mereka. Al-Hasan dan al-Husain sembuh.

Orang tua mereka memutuskan untuk berpuasa pada hari berikutnya untuk memenuhi janji mereka.  Kedua putranya juga memutuskan untuk berpuasa.

Pada malam harinya saat waktu salat tiba, mereka salat bersama lalu duduk untuk berbuka puasa.

Ketika mereka baru saja akan duduk untuk menyantap hidangan berupa roti, terdengar ketukan pintu. Di depan pintu seorang miskin berdiri dengan wajah memelas meminta untuk diberi makan.

Masing-masing bergegas berlomba memberikan roti mereka kepada si pengemis. Mereka hanya meminum air untuk berbuka puasa.

Pada hari berikutnya, mereka kembali berpuasa. Kembali mereka hendak berbuka puasa dengan sekerat roti sisa yang telah dibakar pada pagi tadi.

Ketika mereka hendak menyantap roti itu, terdengar suara bocah meminta makanan. Meski lapar karena sejak kemarin hanya berbuka dengan air, masing-masing menghadiahkan jatah roti bakar itu kepada bocah yang mengaku yatim itu. Penghuni rumah dan pembantunya pun malam itu mengulang buka puasa dengan air putih.

Pada hari ketiga, peristiwa yang sama pun terjadi. Ketika mereka ingin duduk untuk berbuka puasa, terdengar suara lelaki yang menagku tunawisma mengetuk pintu untuk meminta makanan.

Meskipun mulut mereka sejak dua hari tidak kemasukan benda padat, mereka kembali memberikan potongan roti masing-masing kepada lelaki ibnu sabil itu.

Pada hari berikutnya, Rasulullah Saw datang menengok mereka dengan membawa kabar gembira bahwa Allah telah menurunkan sebuah surah yang disebut surah ad-Dar untuk memuji pengorbanan yang dilakukan oleh keluarga suci ini.

Sumber Rujukan:

Zamakhsyari, Tafsir Kasysyaf, vol. 4, hal 169.

Diambil dari note facebook Ustadz Muhsin Labib

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Syi'ah Menjawab

Syi'ah mencintai ikhwan Ahlussunnah Wal Jama'ah, Syi'ah mencintai semua makhluk

Liyahnita's Blog

Just another WordPress.com site

Semoga Hidayah-Nya Selalu Menyertai Kita

Mari Bersama Saling Berbagi

Komunitas Ahlilbait Lombok

Allahumma Shalli 'Ala Muhammad Wa Aali Muhammad Wa Ajjil Farajahum

bisnismandiri313

Bekerjalah Untuk Duniamu Seolah Olah Engkau Hidup Selamanya

Blog Ibnu Azmi

99.9% dalil aqli

Kerana DIA...

ALLAH Ta'ala berfirman: "Dan tidak AKU ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKU." (Surah Adz-Dzaariyaat, 51:56)

almuhaddis

Rujukilah Perawi Hadis- Imam al Mahdi(as)

irfanotes

Jejak Langkah Perjalanan Hidup

The_Friday_Man

belajar sekarang, karena tidak ada kata terlambat...

sebopo.wordpress.com/

Graphic Design , News & Fun

sehatalamiyah

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

%d blogger menyukai ini: